Wednesday, December 6, 2017

Cinta Rupiah di Keseharian Jaman Now


Sebagai masyarakat Indonesia kita sangat membutuhkan rupiah dalam keseharian hidup kita sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia, bayangkan aja mau makan pakai Rupiah, mau sekolah pakai Rupiah, mau berobat ke dokter, mau nonton di mall sama pacar juga pakai rupiah, semuanya butuh Rupiah. Begitu besarnya kita membutuhkan rupiah dalam keseharian, tapi apakah kita sudah mencintai si Rupiah ini dengan sepenuh hati? yang saya maksud cinta Rupiah bukan berarti jadi mata duitan atau jadi cewe/cowo matre ya (itu sih beda lagi bahasannya). 

Lalu mengapa sih kita harus cinta Rupiah? Karena selain sebagai  warga negara Indonesia yang baik dan keren dengan memiliki kesadaran cinta Rupiah maka secara tidak langsung kita bisa menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang efeknya sangat positif untuk perekonomian Indonesia, dan juga sebaliknya apabila perekonomian membaik maka Rupiah juga akan menguat, dan kita juga yang akan menikmati keuntungannya sebagai masyarakat Indonesia.

Memang banyak faktor yang bisa mempengaruhi stabilitas nilai tukar Rupiah baik eksternal maupun internal tapi setidaknya sebagai masyarakat jaman now ada beberapa hal yang kita bisa lakukan di keseharian kita yang bisa menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga  perekonomian kita.

Saya mau share nih beberapa cara mencintai Rupiah yang bisa diterapkan dalam keseharian kita :


Menjaga Fisik Rupiah Dalam Kondisi Baik

Jangan cuma kondisi fisik kita aja yang dijaga, menjaga kondisi fisik uang Rupiah juga penting untuk tetap mengenali tanda-tanda keaslian nya. 
Selain itu Rupiah yang kondisinya rusak harus di tarik oleh BI dan nantinya akan dicetak ulang dan biaya penarikan dan pencetakan ini gak murah loh, semakin banyak uang yang rusak jadi semakin besar biaya yang dikeluarkan. 
Jadi jaga kondisi fisik Rupiah kalian jangan di lipet-lipet, di remes-remes, di staples, apalagi di tulisin no HP gebetan duuh. Ikuti aja kampanye 3D dari BI yaitu Didapat, Disayang dan Disimpan, masa cantik-cantik, ganteng-ganteng uang nya lecek dan kucel sih say.


Membeli produk buatan dalam negeri 
Kerajinan gerabah di Jogja dan rotan di Cirebon
Buat kalian yang kekinian dan biasa mengkonsumsi produk buatan luar negeri/import macam tas Hernes, sepatu Yeezoy, gincu MAD, dst. Coba deh beralih ke produk dalam negeri karena selain harganya yang lebih murah, kita bisa membantu pengusaha lokal dan kualitas produk buatan Indonesia juga ngga kalah bagus dengan buatan luar negeri. Konsumsi produk dalam negeri berhubungan dengan stabilitas Rupiah dikarenakan dengan semakin banyaknya uang beredar di dalam negeri maka pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat. Atau kalau kalian pemilik usaha, kalian bisa mempertimbangkan menggunakan bahan baku lokal, apalagi kalau produk kalian bisa menembus pasar ekspor bisa menjadi pemasukan devisa untuk negara kita. 



Berwisata di dalam Negeri 
Wisata di Jawa Tengah dari gunung sampai ke pantai
Ini merupakan cara favorit saya, buat kalian yang seperti saya doyan jalan-jalan dan piknik, daripada kita liburan ke luar negeri dan menjadi penyumbang devisa untuk negara lain lebih baik kita berlibur di negara kita tercinta yang tempat wisatanya ngga kalah seru dan ngga kalah indah dibanding negara lain. Selain itu berlibur di dalam negeri membawa beberapa keuntungan karena biayanya lebih hemat pastinya, kita juga ngga perlu repot bikin passport, visa dan menukar Rupiah ke mara uang lain, dan juga bisa meningkatkan ekonomi lokal di daerah tempat kita berwisata. Bahkan pemerintah Indonesia memperkirakan pada tahun 2019 sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa dengan target 20 milliar dollar AS. Jadi jangan lupa foto-foto liburan kalian di buat viral di media sosial supaya bule-bule makin banyak yang liburan ke Indonesia jadi tambahan devisa pastinya.


Berinvestasi di Dalam Negeri



Bagi kalian yang mempunyai dana lebih dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan daripada berinvestasi di luar negeri atau berinvestasi di valuta asing lebih baik berinvestasi di dalam negeri dalam bentuk Rupiah pastinya. Karena selain bisa mendapat keuntungan, saat investasi dalam negeri meningkat maka nilai tukar Rupiah akan mengalami apresiasi, hal ini disebabkan karena tingginya investasi akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi. Banyak pilihan investasi jaman now di sektor riil dan finansial yang bisa kalian pilih contohnya; deposito, DPLK/dana pensiun, reksadana, Obligasi Retail Indonesia, logam mulia, dan properti. Sesuaikan produk investasi kamu dengan kebutuhan dan gaya investasi kamu, mulai lah selagi masih muda supaya hasilnya lebih maksimal.



Jadi tunggu apalagi sis, bro? Ayo cintai Rupiah kita dari sekarang, kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi.

Note : Semua foto koleksi pribadi